Kamis, 22 Desember 2011

It's all about Mama..


Perayaan Hari Ibu tahun ini terasa lebih bermakna buat aku. Mungkin karena aku seharian di rumah, nonton TV ngebahas tentang Ibu, BBM Groups juga saling mengucapkan Selamat Hari Ibu. Tapi alasan yang lebih penting lagi karena aku baru aja merasakan menjadi "Ibu" untuk kedua kalinya. Momennya pas banget aku lahiran.


Ngerasain susahnya melahirkan dan saat-saat pasca melahirkan seperti menyadarkan diri bahwa menjadi seorang Ibu bukan hal yang mudah. Dan di hari ini, di Hari Ibu, aku jadi teringat Mama.. Dengan mudahnya aku mengucap Selamat Hari Ibu ke semua orang, tapi terasa kelu mengucapkan ke Mama.. meski sebenernya aku sayang Mama, aku peduli Mama..

Jadi inget waktu proses melahirkan di kamar bersalin Senin pagi lalu. Mama ada di samping. Saat Mama mau keluar untuk nyuruh beli gurita, aku tahan.. karena aku pengen ditemenin Mama di saat2 kritis sebelum si bayi lahir. Entah.. rasanya takut ditinggal sendiri.. Betapa berarti kehadiran Mama saat itu.

Hmm.. jadi inget dosa selama ini ke Mama.. Maafin anakmu yang satu ini ya, Ma.. meski mungkin anakmu tidak menunjukkannya, tapi anakmu selalu mendo'akan semoga kesehatan selalu atas Mama dan Mama diberi kelancaran untuk naik haji, keinginan Mama yang belum terwujud dan insya allah akan terwujud.

Terkadang suka sedih kalo inget apa yang udah aku lakuin ke Mama, sampai akhirnya aku memohon pada Allah agar aku bisa membahagiakan mereka sebelum Allah memanggil. Sedih ngebayanginnya.

Ya Allah, ampunilah dosa kedua orang tua hamba dan sayangilah mereka seperti mereka sayang padaku sewaktu aku kecil. Ya Allah, berilah kesehatan untuk Mama dan Bapak.. Lancarkanlah urusan mereka. Amin..

Selamat Hari Ibu, Ma.. Ovie sayang dan peduli Mama..

Selasa, 20 Desember 2011

New Chapter of My Life

Yup.. new chapter of my life has begun. My 2nd kid was born on Dec 12, 2011, at 02.25 am. What an amazing process, 'coz the baby is born in hours.

Begitulah awal dari Bab baru dalam hidupku, di mana perjuangan dimulai. Memang ini anak kedua, yang pastinya sudah punya pengalaman dengan anak pertama. Tapi.. tetap saja.. perjuangan lebih berat karena si kaka' sekolah, dan aku hanya mendapat cuti 1.5 bulan. :'( However, harus tetap disyukuri apapun yang ada. ^^

Dari 10 hari yang aku jalani sejak melahirkan, aku tersadar bahwa transformasi seorang wanita menjadi seorang ibu bukan hal yang mudah. Mulai dari mengandung sambil bekerja, proses melahirkan dengan kontraksinya yang hebat dan tak terlupakan plus saat2 menjelang lahirnya si baby, dan saat2 pasca melahirkan yang gak kalah sulitnya; mengurus perut yang masih besar, menahan rasa nyeri dari jahitan, mengurus baby saat gak ada orang, memberi ASI dan memerahnya. Hmmm.. pantes aja Rosul menyuruh kita untuk 3kali lebih menghormati Ibu dibanding Bapak. I've felt it.

New chapter of my life has begun.. and hopefully Allah will ridho to me and my family, no big obstacles or any other difficulties.

Thanks Allah for all the mercies You've gave.

Kamis, 25 Agustus 2011

Catatan Pernikahan dari Dr. Sarlito..

Hmmm.. I like to read this.. Cocok untuk kondisi pernikahan aku yang udah menginjak usia 5 tahun.. Oya, ini ada di http://id.berita.yahoo.com/kenapa-perselingkuhan-terjadi-ini-penyebabnya-142920841.html


Pernikahan adalah momen membangun kehidupan baru bersama pasangan. Suka duka akan dihadapi berdua, sebisa mungkin tidak melibatkan pihak lain untuk menyelesaikan masalah. Namun, masalah rumah tangga kadang tidak sesederhana yang dihadapi ketika masih pacaran. Bukan cinta lagi yang dibutuhkan, tetapi komitmen, untuk menjaga keutuhan rumah tangga.


Menurut psikolog Prof Dr Sarlito Wirawan Sarwono, cinta bukanlah pengikat pernikahan. Cinta hanyalah faktor yang bisa menarik seseorang untuk memutuskan berpasangan.


“Cinta paling lama bertahan tiga tahun, lalu hilang. Sisanya adalah komitmen, kesetiaan, dan tanggung jawab,” ujar Prof Sarlito, saat peluncuran buku Mencegah Selingkuh dan Cerai karya sosiolog Dra Hartati Nurwijaya di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta, Minggu (14/8/2011) lalu.


Salah satu penyebab retaknya rumah tangga menurut Prof Sarlito adalah perselingkuhan. Perselingkuhan itu sendiri biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti: kemajuan teknologi, workaholic, dan sifat posesif.


Kemajuan teknologi
Teknologi bukan hal yang menjadi asal-usul perselingkuhan, namun bisa memicu perselingkuhan. Ketakutan bahwa kemajuan teknologi bisa membuat pasangan selingkuh, bisa membuat seseorang melanggar privasi pasangannya. Misalnya, membuka e-mail, SMS, atau situs jejaring sosial pasangan, bahkan minta password segala. Kebiasaan inilah yang menurut Prof Sarlito kerap memicu pertengkaran.


“Beri kepercayaan pada pasangan untuk punya wilayah privasinya sendiri. Kalau ternyata dia selingkuh, itu bisa diurus belakangan. Intinya jangan cari-cari masalah,” jelas Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia yang mendalami Psikologi Sosial ini.


Bagaimanapun, teknologi akan mempermudah pekerjaan dan kehidupan seseorang. Jadi, pasangan pun berhak menikmatinya.


Workaholic
Bila salah satu atau kedua pihak terlalu asyik dengan pekerjaan masing-masing, perlahan-lahan bisa menghilangkan kesetiaan. Jika workaholic tidak diselingi dengan kencan berdua, misalnya, akan sulit bagi pasangan untuk bertahan. Hubungan pernikahan akan terasa hambar dan terasa sama saja dengan rutinitas hidup yang lain. Rasa hambar ini kelak akan berujung pada keinginan untuk mencari “selingan”. Siapa yang menjadi "selingan" tersebut? Kemungkinan besar adalah rekan kerja, partner bisnis, atau siapapun yang biasa Anda jumpai saat bekerja atau beraktivitas.


Sifat posesif
Orang yang selalu menginginkan pasangan berperilaku sesuai dengan keinginannya cenderung membuat pasangan menjadi bosan. Kehidupan rumah tangga pun menjadi kaku karena pasangan selalu merasa diawasi dan akhirnya merasa terkekang.


Contohnya masalah cemburu. Cemburu yang berlebihan bisa memberi penghakiman yang terlalu cepat kepada pasangan, padahal perselingkuhan belum tentu terjadi. Kemarahan yang tidak memiliki alasan kuat justru akan menambah keretakan hubungan. Karena sifat manusia cenderung selalu memilih yang lebih baik, jangan sampai ulah Anda yang pencemburu atau posesif mendorong pasangan mencari orang lain.


“Jangan bermimpi mengubah seseorang, tapi ubah dulu diri Anda, maka pasangan akan mengikuti,” tukasnya.


Rabu, 16 Februari 2011

So sad in the rainy afternoon..

hmm.. dah lama juga gak nulis blog, sejak dari Oktober lalu.. pastinya banyak perubahan yang aku jalanin. Dan satu perubahan besar adalah aku keterima di S.Agro. Bukan complaining tapi cuma sekedar curhat..

Kerjaan skrg bener2 beda dgn kerjaan sebelumnya.. so many time consumed. Selain itu dapet bos korea yang strength, kerjaan yang numpuk, dan gak ada yang bisa memutuskan finalnya, kecuali si bos.. so everything's must be under his control. OMG..

Dan karena emang projetc lagi kritis, pulang malem jadi kebiasaan dari januari lalu.. ditambah minggu ini harus selesai IFC drawings, bukan pulang malam lagi, tapi larut.. ditambah lagi ada tanggal merah yang terpaksa jadi hitam karena ngejar progress..

Mungkin itu semua bisa aku jalanin, tapi sedihnya, sang suami justru marah dgn kondisi yang aku jalanin.. What should I do.. please tell me.. :'(

I do realize it's the job risk.. Aku juga gak bisa lepas tanggung jawab.. palagi si bos udah state "you and the local engineering is one body..". It means he won't know any reasons why the IFC product is late. It;s my responsibility too..

Sedih aja.. di saat aku terdesak dgn kerjaan, justru orang yang aku sayang malah gak mendukung.. untuk apa aku harus ngebelain kerjaan kalo dia gak percaya aku.. untuk apa aku belain semua kalo bukan demi nyelesain kerjaan.. gak ada sedikitpun niat untuk macem2.. aku pengen dia tau itu, saat semalem marah ke aku yang pulang larut..

Syukurnya masalah ini udah kita omongin, tapi entah kenapa aku masih merasa sakit.. ditambah dengan si bos yang sepertinya menganggap aku gak berusaha keras nyelesain kerjaan.. Apa aku harus give up..? My heart told me "Big No..!" kerja baru dimulai, dan aku harus menyelesaikan sampai garis finish.

I may not give up.. and I wont give up. I just need your support honey.. I need you more in these hardest days..

Please love me just the way I am, with all my works and my responsibility.. I love you..