Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.
Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.
Wanita itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
***
A nice story.. especially for me..
Mengingatkan pada kita bahwa untuk menjadi seseorang yang hebat kita harus melalui jalan yang terjal, pengorbanan yang besar, sakit dan pedih tak terkira, penderitaan penuh air mata, dan hal2 lainnya yang bisa dibilang bukan pengalaman yang menyenangkan. Itulah cara Sang Pencipta untuk membentuk pribadi kita menjadi pribadi yang kuat. Akhir dari ujian hidup yang diberikan-Nya akan membuat kita lebih baik dan makin cantik dalam kehidupan ini.
Ketika kita ditimpa suatu masalah atau musibah, kita pasti bertanya kepada Sang Kuasa, "Mengapa..?" Pernahkah kita sadari, itu adalah yang terbaik yang diberi oleh-Nya. Satu hari nanti kita akan bersyukur bahwa kita pernah menjalani dan melewatinya dengan baik. Bayangkan jika hidup kita datar2 saja tanpa masalah berarti, bisakah hal tersebut membentuk kita seperti saat ini, pribadi yang dewasa..? Allah pernah berkata, kurang lebih intinya adalah, jangan kamu membenci sesuatu padahal itu baik untukmu.
Sang Kholiq mungkin tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tapi yakinlah, bahwa DIA selalu memberikan yang terbaik bagi kita, makhluk-Nya, meski apa yang diberikan-Nya tidak selalu dengan bungkus yang indah.
Jadilah pribadi yang dewasa dan mengerti akan arti kehidupan..
